Belajar Budi Pekerti Melalui Pramuka Peduli

21 Nov 2016

 

Kebakaran besar di Penjaringan, Jakarta Utara, menghabiskan rumah-rumah penduduk dan sekitar seribu jiwa kehilangan tempat tinggalnya. Tergerak mendengar berita yang menyedihkan itu, Pramuka Peduli Kwartir Cabang (Kwarcab) Jakarta Timur segera mengulurkan tangan membantu meringankan mereka yang menderita.

Pekan lalu, 15 Pramuka Penegak (usia 16-20 tahun) dan Pandega (21-25 tahun) didampingi dua orang Pembina Pramuka, mendatangi lokasi korban kebakaran dengan membawa bantuan. Mereka membawa sumbangan dalam bentuk kemasan makanan dan minuman siap saji. Untuk korban kebakaran yang merupakan siswa sekolah, sumbangan juga diberikan dalam bentuk buku tulis, buku gambar, dan baju seragam.

Selain baju seragam, rombongan Pramuka Peduli Jakarta Timur itu menyumbangkan pula pakaian layak pakai, berupa pakaian anak-anak, remaja, maupun pakaian untuk orang dewasa. Sedangkan untuk membantu tidur di malam hari bagi para korban, mereka juga membawa sejumlah selimut. Sumbangan berupa uang tunai senilai Rp 1.093.000 diserahkan pula. Jumlahnya mungkin tak terllalu besar, tetapi itu dikumpulkan dari para anggota Pramuka sendiri.

Dari infromasi yang diterima, sumbangan uang tunai itu dikumpulkan dari kotak pundi amal di Kantor Wali Kota Jakarta Timur dan di Bumi Perkemahan Pramuka Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur. Pengumpulan dilakukan sewaktu ada kegiatan kepramukaan yang dilakukan Kwarcab Jakarta Timur.

Aktivitas para Pramuka membantu korban bencana, sebenarnya sudah menjadi bagian yang menyatu dari kegiatan kepramukaan sejak dulu. Penggunaan nama Pramuka Peduli dijadikan secara resmi sejak 1998, ketika krisis ekonomi yang menjelma menjadi krisis multi dimensi “menyerang” Indonesia. Saat itu, banyak sekali kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Maka, Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka bekerja sama dengan Pemerintah, membentuk Pramuka Peduli. Adalah Ketua Kwarnas saat itu, Kak H.A. Rivai Harahap, dan Menko Kesra saat itu, Prof.Dr. Haryono Suyono, yang menandatangani kesepakatan aktivitas Pramuka Peduli.

Sejak saat itu, aktivitas Pramuka Peduli terus menyebar ke seluruh Indonesia. Aksi Pramuka Peduli Jakarta Timur tadi hanyalah satu dari sekian banyak aksi bakti masyakarat yang dilakukan para Pramuka. Walaupun banyak melakukan aktvitas bantuan sosial, Gerakan Pramuka bukanlah organisasi sosial yang kegiatannya difokuskan untuk membantu problem sosial dan bencana yang terjadi.

Memberi Sumbangan

Gerakan Pramuka, sebagaimana gerakan kepanduan di negara mana pun, adalah organisasi pendidikan bagi anak-anak dan remaja. Pendidikan yang diberikan adalah pendidikan non-formal, melengkapi pendidikan informal di lingkungan keluarga dan masyarakat, serta pendidikan formal di dalam sekolah-sekolah.

Namun, aktivitas dan kegiatan sosial tetap menjadi penting, karena pendidikan yang diberikan kepada para anggota Gerakan Pramuka diutamakan adalah pendidikan budi pekerti. Melalui kegiatan sosial seperti Pramuka Peduli, para Pramuka dididik untuk lebih berempati pada orang lain, siap membantu yang membutuhkan pertolongan, sekaligus dididik menjadi manusia-manusia yang berguna baik bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, dan juga berguna bagi bangsa dan negara.

 

Foto-foto: Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jakarta Timur


TAGS pramuka pandu Gerakan Pramuka Pramuka Peduli budi pekerti bantuan sosial


Comment
-

Author

Pelatih Pembina Pramuka, Kolektor Memorabilia Kepanduan/Kepramukaan, Filatelis, Penggemar Star Trek, Penggemar Kisah Petualangan Tintin

Follow Me