Persatuan dalam Keberagaman Timnas, Inspirasi Bagi Rakyat Indonesia

11 Dec 2016

Tim nasional sepakbola Indonesia (Timnas) telah berjuang dengan kesungguhan yang luar biasa dalam turnamen memperebutkan Piala ASEAN Football Federation (AFF) 2016. Sempat kalah, lalu bangkit kembali. Sempat tertinggal, lalu menyusul ketertinggalan. Begitu berkali-kali. Sampai akhirnya Timnas berhasil memasuki babak final PIala AFF 2016. Dalam final nanti, Timnas akan berhadapan dengan tim tangguh, Thailand.

Thailand memang kesebelasan yang saat ini terbilang terkuat di Asia Tenggara. Bahkan dalam babak penyisihan sebelumnya, kesebelasan Thailand berhasil mengungguli Timnas dengan skor 4-2. Itu berarti, perjuangan di babak final tidaklah mudah. Lawan yang dihadapi, di atas kertas jauh lebih unggul dari Timnas.

Namun, sebagai rakyat Indonesia, kita tentu berharap Timnas dapat menghasilkan yang terbaik. Mempersembahkan Piala AFF 2016 sebagai hadiah penutup tahun 2016 dan sekaligus hadiah Tahun Baru 2017. Tetapi apa pun yang terjadi, kita – paling tidak saya – tetap bangga dengan prestasi yang telah dihasilkan Timnas.

Sebenarnya ada hal lain yang tak kalah penting di samping harapan agar Timnas dapat memboyong Piala AFF 2016 itu. Harapan itu adalah agar upaya dan perjuangan Timnas dapat menginspirasi seluruh rakyat Indonesia.

Terutama karena saat ini suasana republik tercinta ini masih terdapat sekat-sekat antara sesama anak bangsa. Perbedaan suku, agama, ras, dan antaragolongan (SARA) seringkali “dipermainkan” hanya untuk kepentingan-kepentingan sesaat. Akibatnya muncul sikap saling curiga, saling menuduh, dan saling menjelekkan di antara sesama rakyat Indonesia.

Pada saat seperti inilah, keberadaan Timnas yang sekarang masuk final Piala AFF 2016, menjadi penting. Semangat juang mereka, harus menjadi contoh bagi seluruh rakyat Indonesia. Bayangkan, dengan keberagaman para pemain, mereka tetap dapat bersatu. Ada Kurnia Mega, Boaz Sollosa, Stefano Lilipaly, Manahati Letusan, Hansamu Yama Pranata, Andik Vermansyah, dan banyak lagi. Mereka berasal dari suku bangsa yang berbeda dan agamanya pun berbeda-beda. Latar belakang pendidikan dan ekonomi keluarga masing-masing pemain pun bisa dikatakan tak ada yang sama.

Namun meski sangat beragam latar belakang para pemain Timnas, saat di lapangan hijau mereka bisa bersatu. Bahu-membahu berjuang, mempertahankan diri ketika ada serangan lawan, dan sebaliknya saling bantu dalam penyerangan ke pertahanan lawan. Hasilnya, Timnas berhasil membawa bendera Merah Putih masuk final.

Thailand yang bakal jadi lawan di final – seperti telah disebutkan – memang sangat kuat. Selama pertandingan Piala AFF 2016, tim dari negeri “Gajah Putih” selalu berhasil mengungguli lawannya. Timnas Indonesia pun kalah di babak penyisihan. Tetapi harus juga dicatat, hanya Timnas kitalah yang bisa menjebolkan gawang Thailand. Adalah Boaz Sollosa dan Lerby Eliandry yang berhasil menjebolkan gawang Thailand.

Di babak final, kita tentu berharap agar selain Boaz dan Lerby, pemain-pemain lain dari Timnas juga berhasil menjebol gawang Thailand. Setelah lima kali masuk final Piala AFF, rasanya sudah tepat bila kali ini Piala AFF 2016 berhasil diboyong ke Indonesia.

Tentu saja, dengan harapan pula agar Timnas tetap bermain baik, menjunjung tinggi fair play, dan dapat menginspirasi seluruh rakyat Indonesia, bahwa walaupun mereka beragam latar belakangnya, dapat bersatu menjadi tim yang kuat. Seperti kata pepatah “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”, apa pun hasil final nanti saya tetap mengangkat topi dan mengucapkan selamat disertai ucapan terima kasih tak terhingga kepada Timnas yang berhasil mewujudkan slogan “Bhinneka Tunggal Ika”, berbeda-beda tapi satu tujuan.


TAGS sepakbola timnas indonesia Thailand PIala AFF


Comment
-

Author

Pelatih Pembina Pramuka, Kolektor Memorabilia Kepanduan/Kepramukaan, Filatelis, Penggemar Star Trek, Penggemar Kisah Petualangan Tintin

Follow Me