Komunitas Tintin Indonesia dan Upaya Lestarikan “Menara Kemayoran”

22 Jan 2017

Beberapa waktu lalu, lebih dari 50 penggemar kisah Petualangan Tintin (The Adventures of Tintin) berkumpul di pusat perbelanjaan fX Senayan, Jakarta. Mereka adalah sebagian kecil dari para anggota Komunitas Tintin Indonesia (KTI), yang saat ini jumlah anggotanya diakun Facebook komunitas tersebut sudah mencapai hampir 3.000 orang.

Para anggota KTI yang bertempat tinggal di Jakarta dan sekitarnya itu, berkumpul untuk merayakan 88 tahun kisah Petualangan Tintin (The Adventures of Tintin) karya komikus asal Belgia, Herge. Sebuah serial komik berisi petualangan seorang reporter (wartawan) muda dengan anjing kesayangannya dan beberapa sahabatnya keliling dunia.

Serial tersebut pertama kali diterbitkan sebagai bagian dari rubrik anak-anak salah satu surat kabar di Belgia pada 10 Januari 1929. Dalam perjalanannya, kisah Petualangan Tintin disukai banyak orang dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa di dunia, termasuk ke dalam Bahasa Indonesia. Terjemahan Bahasa Indonesia pertama kali diterbitkan awal 1970-an oleh penerbit PT Indira, dan kini diteruskan oleh PT Gramedia Pustaka Utama.

Walaupun sejak 1970-an telah bermunculan para penggemar kisah Petualangan Tintin di Indonesia, namun secara resmi dapat dikatakan komunitas yang ada barulah dimulai dengan terbentuknya Tintin_id atau TintinID yang kemudian menjadi KTI pada 13 Juni 2013. Itu adalah tanggal dibentuknya milis (mailing list) Tintin_id di Yahoogroups. Saat itu anggotanya hanya sekitar 14 orang, yang sebelumnya sudah saling mengenal di milis penggemar musik rock klasik (M-Claro, singkatan dari Music-Classic Rock).

Beberapa anggota milis M-Claro ternyata menyukai kisah Petualangan Tintin, maka dibentuk lagi milis khusus dengan nama Tintin_id. Seperti dikatakan salah satu pendiri Tintin_id, Surjorimba Suroto, “Meski tak terhindarkan pembicaraan seputar kenangan indah bersama tokoh rekaan Herge ini, para pendiri Tintin_id berusaha untuk membicarakan topik-topik yang lebih maju. Katakanlah hasil pengamatan dan renungan pribadi, dan hasilnya didiskusikan untuk menambah pengetahuan dan kecintaan pada Herge, Tintin, dan dunianya”.

Ditambahkan juga oleh Surjo, hubungan dengan penerbit komik Tintin di Indonesia PT Indira (saat itu) dan PT Gramedia Pustaka Utama (saat ini) juga dilakukan dan terbina dengan baik, termasuk menjalin hubungan dengan komunitas penggemar Tintin di negara lain.

Hal yang juga patut dicatat, adalah upaya KTI untuk mempromosikan komik sebagai bacaan yang baik, melalui kisah-kisah Petualangan Tintin. Kalau sebelumnya komik dianggap sebagai bacaan “murahan”, maka melalui kisah Petualangan Tintin, pembaca ternyata dapat menambah wawasan tentang berbagai hal yang dilalui Tintin dan kawan-kawannya dalam perjalanan peliputannya keliling dunia.

Sejak 2000-an, KTI juga aktif tampil dalam liputan di media cetak dan elektronik, serta ikut pula dalam seminar, diskusi , dan bahkan pameran-pameran. Di Jakarta misalnya, dalam setahun KTI membuka booth pada pameran-pameran toys dan acara-acara cosplay yang diadakan di berbagai tempat.

 

Benda Cagar Budaya

Satu hal yang gaungnya makin terasa, KTI melakukan pula upaya menjaga, merawat serta mempromosikan bekas Menara Lalu Lintas Udara (Air Traffic Control) di bekas Bandar Udara (Airport) Kemayoran yang telah ditetapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta sebagai salah satu Benda Cagar Budaya (BCB) yang dilindungi di ibu kota negara ini. Bandara Kemayoran pernah menjadi bagian salah satu cerita Petualangan Tintin, khususnya di serial “Penerbangan 714”.   Mulai beroperasi secara komersial sejak 1940 sampai 1985, Airport Kemayoran dapat disebut sebagai bandara komersial pertama di Indonesia.

Sebagai BCB yang telah dikukuhkan melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta No 574 Tahun 1993, para anggota KTI bertekad mempertahankan bekas menara ATC yang dalam keputusan itu disebut sebagai “Menara Kemayoran” untuk menjadi benda peninggalan sejarah penerbangan komersial di Indonesia dan sekaligus sejarah perkembangan kota metropolitan Jakarta.

Bahkan ada yang dicita-citakan, untuk menjadikan “Menara Kemayoran” itu menjadi semacam museum penerbangan komersial Indonesia, yang dilengkapi dengan perpustakaan dan kafe untuk menikmati santapan sambil membicarakan dan membahas hal-hal yang terkait dengan sejarah penerbangan maupun sejarah kota Jakarta. Cita-cita yang semoga dapat terwujud dengan dukungan semua pihak.


TAGS pestakomunitas2017 komunitas Tintin Indonesia kisah Petualangan Tintin Airport Kemayoran Menara Kemayoran cosplay benda cagar budaya museum


-

Author

Pelatih Pembina Pramuka, Kolektor Memorabilia Kepanduan/Kepramukaan, Filatelis, Penggemar Star Trek, Penggemar Kisah Petualangan Tintin

Follow Me