• 31

    Jan

    Komunitas Indo Star Trek, Ketika Keberagaman adalah Perekat Persatuan

    Dewasa ini, ketika di Indonesia dan di berbagai negara lainnya, masih terus disibukkan dengan kasus-kasus intoleransi, rasialisme, pertentangan antaragama, dan sejenisnya, mereka yang menyukai film fiksi ilmiah Star Trek, justru sebaliknya. Komunitas ini dan komunitas penggemar Star Trek di mana saja, selalu menyuarakan justru keberagaman itu indah, dan keberagaman adalah perekat persatuan antarsesama. Bagi yang belum familiar, Star Trek adalah film fiksi ilmiah karya Gene Roddenberry, yang pertama kali ditayangkan di salah satu saluran televisi di Amerika Serikat (AS) pada 8 September 1966. Siapa sangka, setelah ditayangkan film yang mengisahkan petualangan manusia di masa depan mencari “dunia baru” yang belum pernah didatangi sebelumnya, ternyata disukai bukan hanya di AS,
  • 22

    Jan

    Komunitas Tintin Indonesia dan Upaya Lestarikan "Menara Kemayoran"

    Beberapa waktu lalu, lebih dari 50 penggemar kisah Petualangan Tintin (The Adventures of Tintin) berkumpul di pusat perbelanjaan fX Senayan, Jakarta. Mereka adalah sebagian kecil dari para anggota Komunitas Tintin Indonesia (KTI), yang saat ini jumlah anggotanya diakun Facebook komunitas tersebut sudah mencapai hampir 3.000 orang. Para anggota KTI yang bertempat tinggal di Jakarta dan sekitarnya itu, berkumpul untuk merayakan 88 tahun kisah Petualangan Tintin (The Adventures of Tintin) karya komikus asal Belgia, Herge. Sebuah serial komik berisi petualangan seorang reporter (wartawan) muda dengan anjing kesayangannya dan beberapa sahabatnya keliling dunia. Serial tersebut pertama kali diterbitkan sebagai bagian dari rubrik anak-anak salah satu surat kabar di Belgia pada 10 Januari 1929.
  • 23

    Dec

    Ibu, Menolong Tanpa Membedakan

    Hari Ibu di Indonesia memang tidak sama persis dengan Mother’s Day di luar negeri. Kalau di luar negeri, terutama di negara-negara Barat, Mother’s Day memang diadakan untuk memperingati jasa para ibu (khususnya) kepada anak-anak mereka, maka di Indonesia peringatan Hari Ibu pada tiap 22 Desember adalah untuk memperingati gerakan kaum perempuan di Tanah Air. Ketika masa penjajahan, ketika bahkan kaum pria bumiputera pun dalam banyak hal “ditekan” oleh penguasa kolonial, kaum perempuan dengan beraninya menyelenggarakan Kongres Perempuan di Yogyakarta, pada 22 Desember 1928. Kongres yang hanya berselang beberapa bulan dari Kongres Pemuda di Jakarta pada 27-28 Oktober 1928 yang menghasilkan kesepakatan kaum muda dan dikenal dengan nama “Sumpah Pemuda”. Itu
  • 21

    Nov

    Belajar Budi Pekerti Melalui Pramuka Peduli

      Kebakaran besar di Penjaringan, Jakarta Utara, menghabiskan rumah-rumah penduduk dan sekitar seribu jiwa kehilangan tempat tinggalnya. Tergerak mendengar berita yang menyedihkan itu, Pramuka Peduli Kwartir Cabang (Kwarcab) Jakarta Timur segera mengulurkan tangan membantu meringankan mereka yang menderita. Pekan lalu, 15 Pramuka Penegak (usia 16-20 tahun) dan Pandega (21-25 tahun) didampingi dua orang Pembina Pramuka, mendatangi lokasi korban kebakaran dengan membawa bantuan. Mereka membawa sumbangan dalam bentuk kemasan makanan dan minuman siap saji. Untuk korban kebakaran yang merupakan siswa sekolah, sumbangan juga diberikan dalam bentuk buku tulis, buku gambar, dan baju seragam. Selain baju seragam, rombongan Pramuka Peduli Jakarta Timur itu menyumbangkan pula pakaian layak paka
  • 17

    Nov

    “Guru-guru” Saya di Pramuka, Bantu Bentuk Semangat dan Disiplin

    Bagi banyak orang, mungkin yang disebut guru selalu merujuk pada guru di sekolah. Padahal di luar sekolah pun, banyak guru yang membantu kita menjadi lebih cerdas, lebih berwawasan, sekaligus berperilaku lebih baik dan mengembangkan diri menjadi manusia yang berguna. Salah satunya adalah di Gerakan Pramuka, nama bagi gerakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan remaja di Indonesia. Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan non-formal, melengkapi pendidikan informal di lingkungan keluarga dan masyarakat, serta pendidikan formal di sekolah. Sebagai organisasi pendidikan, tentu saja Gerakan Pramuka juga mempunyai “guru-guru”, yang memberikan pendidikan kepada para peserta didiknya. Mereka inilah yang disebut sebagai Pembina Pramuka. Saya termasuk beruntung tetap aktif d
-

Author

Pelatih Pembina Pramuka, Kolektor Memorabilia Kepanduan/Kepramukaan, Filatelis, Penggemar Star Trek, Penggemar Kisah Petualangan Tintin

Follow Me